Proses Perpindahan Kalor pada Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan pemanasan bumi secara alami. Cahaya matahari masuk ke bumi
membawa panas,dan permukaan bumi memantulkan Kembali panas tersebut. Tetapi
panas yang seharusnya menembus atmosfer bumi, terperangkap oleh gas-gas yang
ada di atmosfer. Dengan kata lain, panas bumi merupakan proses alami dimana
panas matahari terperangkap di atmosfer bumi. Proses inilah yang menjadikan
bumi menjadi hangat dan layak huni. Nama efek rumah kaca diambil dari gejala
fisis yang timbul pada rumah yang terbuat dari kaca (biasanya untuk bercocok
tanam), dimana rumah kaca akan selalu tetap hangat walaupun suhu di luarnya
lebih panas atau lebih dingin. Proses efek rumah kaca menjadi suatu hal yang
baik, karena tanpa adanya efek rumah kaca bumi akan semakin dingin. Tetapi,
efek rumah kaca yang berlebihan akan menimbulkan dampak-dampak yang negatif
seperti: perubahan iklim, panas bumi semakin bertambah dan mengakibatkan
bongkahan es di kutub utara mencair sehingga ketinggian air laut bertambah dan
mengakibatkan pulau dengan dataran rendah dapat tenggelam, rusaknya ekosistem,
dan masih banyak lagi dampaknya. Dampak negatif tersebut dapat disebabkan oleh
manusia maupun dari alam. Dampak negatif yang disebabkan oleh manusia
diantaranya adalah polusi karbon dioksida yang disebabkan aktivitas manusia
seperti asap kendaraan bermotor, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara,
mesin-mesin pada industri. Polusi karbon dioksida merupakan penyumbang terbesar
pada efek rumah kaca. Selain itu ada penebangan dan pembakaran hutan yang
meneyebabkan tidak adanya penguraian gas CO2 menjadi O2
dan pemakaian zat kimia seperti pupuk yang berlebih yang mengakibatkan
terbentuknya Nitrogen oksida yang memiliki kapasitas panas 300 kali dari gas
karbon dioksida. Selain faktor dari manusia ada factor dari alam yaitu efek
rumah kaca sendiri, efek balik seperti penguapan air, yang pada awalnya karena
panas air akan menguap,tetapi uap air adalah gas rumah kaca sehingga terjaadi
efek rumah kaca lagi.
Satu-satunya
proses perpindahan panas yang bertanggung jawab dalam terjadinya efek rumah
kaca adalah proses radiasi. Proses yang terjadi adalah dimulai ketika cahaya matahari
memancarkan cahayanya ke bumi. Cahaya tersebut membawa Sebagian tersusun dari
cahaya yang memiliki Panjang gelombang pendek seperti radiasi inframerah dan
gelombang cahaya tampak yang kemudian sampai ke permukaan bumi. Cahaya tersebut
membawa kalor sebagian dari kalor ada
yang diserap oleh bumi dan ada juga yang dipantulkan kembali menuju ke luar
angkasa. Tetapi karena ada gas-gas yang menyebabkan efek rumah kaca
mengakibatkan cahaya yang membawa kalor
tadi tidak bisa ke luar angkasa dan terperangkap. Kemudian cahaya tadi
memantulkan Kembali ke bumi dan proses ini terjadi secara berulang-ulang
sehingga panas akan selalu terperangkap di bumi. Adapun proses konduksi terjadi
tidak secara langsung yaitu ketika bumi menyerap panas saat sampai di permukaan
bumi, akan tetapi proses kondusi tidak berperan dalam proses efek rumah kaca
melainkan hanya berperan pada proses perpindahan panas di permukaan bumi.
Sedangkan proses konveksi tidak terjadi sama sekali ketika proses efek rumah
kaca berlangsung karena tidak ada perpindahan panas yang bersamaan denga
perantaranya. Apabila gas-gas rumah kaca setiap tahunya bertambah maka panas
akan semakin bertambah karena semakin sedikit kalor dari matahari yang
terbebaskan. Efek rumah kaca dapat diminimalisir dengan cara seperti:
menggunakan energi alternatif, penghijauan lingkungan, mengurangi penggunaan bahan
kimia secara berlebihan, reboisasi, daur ulang dan edukasi pada Masyarakat
betapa pentingnya meminimalisir efek rumh kaca.

Komentar
Posting Komentar