Kimia dalam Petasan
Petasan, atau yang kerap dijuluki mercon adalah peledak yang kerap dipakai untuk pertunjukan, perayaan tahun baru, pesta perkawinan, dan perayaan-perayaan lainya. Petasan memiliki sifat yang tidak berbahaya atau daya ledaknya rendah. Petasan berbahan dasar bubuk peledak yang dibungkus dengan kertas dan dipicu menggunakan sumbu. Petasan berasal dari Tiongkok sekitar abad ke-9. Penemuan petasan diawali Ketika seorang juru masak yang tak sengaja mencampurkan kalium nitrat, belerang, dan arang kayu. Ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam bambu dan jika disulut api akan menimbulkan ledakan. Ledakan ini kemudian dianggap mampu mengusir roh jahat. Pada zaman Dinasti Song, pabrik petasan mulai didirikan dan menjadi cikal bakal penemuan kembang api yang bisa berwarna dan membentuk bentuk-bentuk tertentu di langit.
Ada banyak sekali jenis-jenis petasan seperti petasan asap, petasan gasing, petasan kembang api dan lain lain. Petasan dapat disusun dari beberapa campuran. Yang paling sederhana adalah campuran antara Sodium Nitrat, arang, dan belerang. Petasan juga dapat disusun dari Potasium nitrat dan arang tanpa belerang. Campuran antara Potasium itrat, arang dan serbuk alumunium. Petasan yang kompleks disusun dengan campuran antara potasium nitrat, potasium perklorat (KClO4), charcoal, belerang, sianoguanidin, sodium benzoat, dan dekstrin. Adapun petasan dapat meledak adalah karena sumbu pada petasan disulut dengan api. Ketika api mencapai inti petasan zat nitrat yang ada dalam petasan akan teroksidasi sehingga melepaskan oksigen. Dan oksigen membuat api semakin besar dan menyembur. Karbon yang merupakan bahan bakar akan bereaksi dengan zat pengoksidasi sehingga menciptakan gas. Gas inilah yang kemudian menjadi pendorong petasan hingga dapat terbang tinggi. Sedangkan peran sulfur adalah untuk mengintensifkan reaksi antara karbon dan nitrat sehingga reaksi akan menjadi lebih kuat. Petasan sering mengeluarkan suara yang keras ketika disulut, ledakan tersebut berasal dari volume gas yang dihasilkan lebih dari volume tabung akibat dari gas tersebut mengembang lebih cepat dari kecepatan suara. Sehingga Ketika tabung mencapai batas elastisitasnya akan meledak dan ledakan tersebut akan menghasilkan suara yang sangat keras.
Kembang api adalah salah satu contoh dari petasan. Kembang api memiliki warnawarna yang indah. Untuk mendapatkan kembang api dengan warna-warna tersebut biasanya ditambahkan dengan beberapa unsur tambahan seperti Barium untuk menghasilkan warna hijau, Stronsium untuk menghasilkan warna merah, aluminium dan titanium untuk menghasilkan warna putih dan sebagainya. Jika diamati lagi untuk menghasilkan warna perlu ditambah logam tertentu. Muculnya warna tersebut akibat pemanasan energi logam. Elekton pada awalnya berputar disekitar inti atom, Ketika terjadi pemanasan logam maka electron dengan energi bessar akan naik ke Tingkat yang leboh tinggi, dan Ketika jatuh Kembali ke posisi awal electron kehilangan energi dan ekstra dan Sebagian berubah menjadi Cahaya tampak. Jumlah energi yang menjadi gelombang Cahaya tampak tergantung dengan logamnya. Seperti logam tembaga akan menghasilkan Panjang gelombang yang pendek sehingga mendekati warna biru dan Panjang gelombang yang dihasilkan dari logam stronsium cenderung lebih Panjang sehingga menghasilkan Cahaya pada rentang Cahaya warna merah. Cahaya yanh dihasilkan juga merupakan perpaduan dari dua jenis yaitu Cahaya incadecence dan luminescence. Incadecence merupakan Cahaya yang dihasilkan dari energi kalor sedangkan luminescence adalah Cahaya yang dihasilkan dari energi selain kalor, sehingga kemudian menjadi perpaduan warna yang indah.
Komentar
Posting Komentar